Tersebutlah seorang pemuda
,katanya mengawali, dari desa yang sedang melanjutkan pendidikan di universitas
di kota.Setiap sore pemuda ini datang ke restoran sederhana yang ada disudut
jalan. Pemuda ini hanya mampu membeli semangkuk nasi tanpa menu apapun. Pemilik
restoran sepasang suami istri muda,memperhatikan anak muda itu.Mereka tahu
bahwa pemuda miskin ini berasal dari desa yang sedang berjuang dikota
menyelesaikan pendidikannya..
" Aku beri kuah daging untuk mu agar kamu bisa menikmati
semangkut nasi dengan lahap" Kata suami pemilik restoran itu..
" Apakah ini gratis?
" Ya."
Seusai makan malam, pemuda ini memesan nasi bungkus untuk dia
makan keesokannya. Suami pemilik restoran itu membungkus semangkuk nasi itu
namun dibawah nasi itu disisipkan daging dan telur. Pemuda itu tidak melihat
sama sekali perbuatan suami pemilik restoran itu. Kecuali istrinya melihat
kelakuannya.
" Mengapa kamu beri dia telor dan daging secara diam
diam? Kata istrinya dengan berbisik
" Pemuda itu terpelajar. Dia tidak akan meminta walau dia
miskin namun dia punya harga diri. Tugas kita memberinya tanpa merendahkan
kehormatannya."
"Mulia sekali hatimu. Kamu beri dia dan kamu jaga
kehormatannya.."
"Kalau hatiku tidak baik mana mungkin aku dapatkan istri
secantik kamu"
Ketika menyerahkan bungkusan nasi itu ,suami pemilik restoran
itu berkata " Ini nasimu. Besok datang lagi saya. Tetap bersemangat ya
.." nampak pemuda itu berlinang haru. Sejak saat itu setiap sore pemuda
ini singgah ke restoran mereka. Sama seperti biasa setiap hari hanya memakan
semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang
tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat universitas. Selama 20 tahun
pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari pemerintah mengumumkan bahwa tanah restoran
tempat mereka menggantungkan hidup berpuluh tahun akan terkena gusuran untuk
dibangun proyek. Sepasang suami istri ini merasa kehilangan pagutan untuk
membiayai anaknya sekolah dan biaya hidup mereka. Dalam keadaan putus asa,
mereka hanya menatap restoran mereka digusur. Namun pada saat itu munculah
seorang petugas meminta mereka datang ke kantor perusahaan. Sesampai dikantor
perusahaan, petugas membawa mereka ketempat yang menyerupai restoran yang
megah. "Ini restoran untuk melayani semua karyawan di perusahaan ini.
Semua milk anda.Anda bisa langsung mengelolanya"kata petugas itu.
"mengapa anda begitu baik.
"Bukan saya tapi direktur saya.."
"Bisakah kami bertemu dengan direktur anda yang berhati
mulia itu?
Petugas itu membawa mereka kedalam kantor dimana sang direktur
berada..Seorang pria gagah nampak menyambut mereka dengan membungkukkan
tubuhnya " sayalah yang telah memberikan itu semua karena daging dan telor
yang anda sisipkan dibawah semangkuk nasi. Saya berhutang seumur hidup dengan
anda. Berkat anda saya tetap kuat untuk menyelesaikan pendidikan saya dan kini
saya sukses sebagai pengusaha. Jangan bersedih, anda terlalu mulia bagi saya
untuk saya tak henti berterima kasih.."
...." memberi adalah perbuatan mulia dan membalas budi
adalah lebih mulia.Hidup ini indah bila kita semua mau berbagi dan pandai
berterimakasih.is that right ABAH.." saya mengangguk dan tersenyum karena
memang bersahabat untuk saling mengingatkan..😀
Tidak ada komentar:
Posting Komentar